Teknik Bermain Bulu Tangkis untuk Pemula
April 29, 2014
TEKNIK DASAR PELATIHAN
BULUTANGKIS
Untuk menjadi pemain berprestasi,
kita harus menguasai bermacam-macam dasar permainan bulutangkis dengan benar.
Oleh karenanya, dengan modal berlatih tekun, disiplin, dan terarah di bawah
bimbingan pelatih yang berkualitas, kita dapat menguasai berbagai teknik dasar
bermain bulutangkis secara benar.
Agar seseorang dapat bermain
bulutangkis dengan baik, mereka harus mampu memukul shuttlecock dari atas
maupun dari bawah. Jenis-jenis pukulan yang harus dikuasai pemain antara lain
servis, lob, dropshot, smash, netting, underhand, dan drive. Kesemua
jenis pukulan tersebut harus dilakukan dengan menggunakan grip dan
footwork yang benar.
- A. PEGANGAN RAKET (GRIP)
Salah satu teknik dasar dalam
permainan bulutangkis yang sangat penting dikuasai secara benar adalah cara
memegang raket. Oleh karenanya jika teknik pegangan raket salah diterapkan
sejak awal, maka akan sulit untuk dapat meningkatkan kualitas permainan.
Memegang raket secara benar merupakan dasar untuk mengembangkan dan
meningkatkan semua jenis pukulan dalam permainan bulutangkis.
Cara memegang raket yang benar
adalah menggunakan jari-jari tangan (ruas jari tangan) secara luwes, rileks,
namun harus tetap bertenaga pada saat memukul shuttlecock. Kita harus
menghindari cara memegang raket forehand dan backhand. Semua jenis pukulan
dalam bulutangkis dilakukan dengan kedua jenis pegangan ini.
Dua macam cara memegang raket
tersebut pada kenyataannya digunakan secara bergantian sesuai situasi dan
kondisi permainan. Untuk tahap awal, para pemula biasanya diajari cara
memegang forehand terlebih dahulu, baru kemudian backhand.
Pada akhirnya, pada pemain yang
sudah mahir akan terlihat pegangan raketnya hanya satu grip. Ini terjadi
karena pergeseran pegangan tangan dari forehand ke backhand dan sebaliknya
hanya sedikit dan dapat dilakukan secara otomatis.
Pegangan raket yang benar dan
pemanfaatan tenaga pergelangan tangan yang maksimal dapat meningkatkan mutu
pukulan dan mempercepat laju shuttlecock. Ini berarti si pemain telah
menggunakan secara efesien sekaligus efektif. Itulah sebabnya, sejak dini
peserta dilatih harus membiasakan memukul shuttlecock dengan mengunakan tenaga
pergelangan tangan (tenaga pecut).
Cara memegang raket dapat dilakukan
dengan berbagai model. Oleh PBSI (1985), cara memegang raket dapat dibedakan
menjadi empat jenis pegangan, yakni :
- 1. American Grip
Untuk melihat gambaran memegang raket
dengan model American grip, letakkan raket di lantai, lalu diambil dan
peganglah pada ujung tangkainya (handle) dengan cara seperti memegang
pukul kasur. Bagian tangan antara ibu jari dan jari telunjuk menempel pada
bagian permukaan tangkai yang luas sedangkan permukaan raket sejajar
dengan posisi lantai.
Cara pegangan raket tersebut memang
menghasilkan gerakan yang agak kaku, namun akan sangat efektif dalam memukul
smash di depan net, atau mengambil shuttlecock di atas net dengan cara
menitipkan ke bawah secara tajam. Dengan posisi daun raket
menghadap ke muka, pemain dapat dengan mudah mengarahkan shuttlecock ke kiri
dan atau ke kanan, sehingga dapat menghasilkan pukulan yang keras dan sulit
diduga arahnya.
Secara umum, kelebihan American grip
adalah :
- Efektif bila digunakan sebagai killing smash, karena perkenaan dengan shuttlecock lurus.
- Jarang terjadi shuttlecock membentur frame, karena permukaan menghadap ke shuttlecock secara maksimal
Adapun kelemahan American grip
adalah sulitnya digunakan untuk pukulan netting.
- 2. Forehand grip
Untuk cara pegangan letakkan
raket di lantai dalam posisi miring. Lalu peganglah raket dengan cara bagian
tangan antara ibu jari dan jari telunjuk dalam posisi menempel pada
permukaan tangkai yang sempit. Raket dipegang dengan tanpa diubah-ubah
(statis). Letak ibu jari seharusnya tidak lebih dan tidak kurang dari posisi
letak jari telunjuk
Adapun keuntungan model forehand
grip adalah :
- Meningkatkan raket dipegang dengan seluruh telapak tangan, pegangan terasa lebih kuat dan tidak mudah lepas.
- Cara ini memudahkan pemain dalam melakukan gerakan pukulan terhadap shuttlecock yang datangnya ke sebelah kanan badan, sehingga pukulan ini dapat dilakukan dengan cermat, baik dalam kecepatan shuttlecock maupun ketepatan sasarannya.
- Dengan menggunakan pegangan raket forehand ini, pemain tidak perlu memutar-mutar pegangan. Oleh karenanya, kesalahan dalam penempatan posisi daun raket terhadap datangnya shuttlecock lebih kecil.
Kelemahan dalam model forehand
antara lain :
- Mengingat posisi tangan tidak berubah-ubah, maka untuk melakukan pukulan backhand dengan model pegangan ini diperlukan kekuatan tangan dan sendi bahu yang sangat kuat, sehingga butuh latihan-latihan khusus yang memadai.
- Model pegangan ini juga lemah untuk menerkam shuttlecock di muka net. Netting dari lawan dengan model pegangan ini selalu diambil dengan net play lagi atau dengan lob tanggung.
- 3. Backhand grip
Cara pegangan backhand grip
merupakan kelanjutan dari cara pegangan forehand grip. Dari forehand
grip dapat dialihkan ke backhand grip dengan memutar raket
seperempat putaran ke kiri, namun posisi ibu jari tidak seperti
pada forehand grip, melainkan agak dekat dengan daun raket.
Cara Latihan
Sebelum praktik melakukan latihan
pukulan, perlu dilakukan latihan untuk adaptasi menggerak-gerakkan pergelangan
tangan dengan memegang raket dengan benar.
- Peserta latihan dibiasakan selalu memegang raket dengan jari-jari tangan . luwes dan tetap rileks, tetapi tetap mempunyai tenaga.
- Lakukan gerakan raket ke arah kanan dan kiri, dengan menggunakan. Tenaga pergelanan tangan.Gerakkan juga raket ke depan dan ke belakang sehingga terasa betul terjadinya tekukan pada pergelangan tangan
- Gerakkan pergelangan tangan ke atas dan ke bawah.
- Memukul shuttlecock ke tembok
- Bouncing ball
Kesalahan yang Terjadi
- Memegang raket dengan menggenggam, jari-jari rapat, dan sejajar
- Posisi “V” tangan berada pada bagian grip raket yang lebar
Keuntungan cara pegangan backhand
grip adalah sulit diterkanya hasil pukulan, Shuttlecock bisa
melayang keras, tetapi tetap dapat terkontrol. Adapun kelemahannya ialah dalam
pengembalian shuttlecock, smash yang datangnya dari arah kanan badan
(bola- bola forehand), lebih-lebih lagi bola smash yang menuju arah bahu
dan pinggang sebelah kanan, akan sulit dikembalikan.
|
Combination grip atau disebut juga dengan model pegangan campuran adalah cara memegang raket dengan mengubah cara pegangan, raket yang disesuaikan dengan datangnya shuttlecock dan jenis pukulan. Model pegangan ini merupakan suatu hasil kombinasi antara forehand grip dengan backhand grip. Dengan menggunakan combination grip ini, para pemain akan memiliki pukulan yang lebih komplet dan akan sulit dianalisis kelemahannya.
Secara umum, kelebihan combination
grip didapatkan karena pemain tidak perlu mengubah posisi raket saat akan
memukul shuttlecock. Adapun kekurangan atau kelemahannya adalah teknik
ini membuat pemain sulit untuk memukul shuttlecock yang sudah melampui tubuh
pemain sendiri.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar